February 14, 2012

Valentine - Kina Grannis

Valentine Days


Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.
Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu miliar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.
Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.
Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya Valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.
Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya.

Perayaan Kesuburan bulan Februari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
  
Valentinius 

Guru ilmu Gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan"


Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa

For this was sent on Seynt Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus")
When every foul cometh there to choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya")
Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
  • Sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (orang suci dalam ajaran Katolik), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis, "Dari Valentinusmu".
  • Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Hari Valentine pada era modern
Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 - 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)

Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat
Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.
Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.
Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

February 13, 2012

Tattoo (Speer Version)

Trying ....


Mana yang lebih penting ?? ....

Baru saja dapet curhatan temen kalo pernikahannya di tunda sampai waktu yang tidak dapat ditentukan, itu semua hanya karena mahar yang tidak bisa diberikan oleh keluarga temen gue kepada keluarga calon mempelai perempuan.. *hal yang sangat-sangat gak penting tapi sangat dibesar-besarkan ....

Jadi inget beberapa tahun yang lalu....

Gue dan keluarga besar udah bersyukur karena akhirnya kakak gue memutuskan untuk menikahi wanita yang sudah 5 tahun di pacari.. Here come the big day ....

1 month before the big day... Lamaran cyiinnnn.. Rumah penuh ama parcel-parcel hantaran , which is itu juga diperoleh setelah argumen-argumen sengit antara keinginan kakak gue dan pendapat orang tua gue. Kakak gue pengen mewujudkan impian dia, membahagiakan calon istrinya walau pun itu dia lakukan dengan keadaan keuangan yang gue sangat tahu , sangat dipaksakan. Di lain pihak orang tua gue berpendapat kalo sebenarnya hantaran2 itu hanya simbol, gak perlu lah sampe heboh dan mencoba menyamai parcel yag dikirim kepada pejabat-2 pada saat hari raya... *waktu yang aneh untuk lamaran, karena ternyata ini pun dilakukan hanya untuk mengikuti adat dan kebiasaan.. blaahhh....

But, again orang tua gua juga pengen kebahagiaan anaknya terwujud dan akhirnya mengalah dengan keinginan kakak gue ..*tapi tiap malem gue puyeng dengerin nyokap ngedumel mulu.. **^@#%!*#)$!!*(*$^@#*))?*#^>??!!(&&**#%@@...

Minggu pagi, semua udah pada ribut, kebaya-lah, sanggul-lah, sapa yg bawa parsel yang mana-lah... *thank GOD, gue cuma disuruh jadi dokumentasi dan gak perlu pake kebaya.. Xixixixiiiii...

Udah basa basi, ngalor ngidul, cekikikan para emak2 bersanggul, bocah2 yang taunya makan ama maen doang.. tiba juga saat seriusnya..

Tiba-tiba gue mendengar suara dari orang tua si calon mempelai perempuan berkata:
P :"terserah dengan keluarga bapak, anak kami sudah di-adatkan dan karena hal tersebut anak kami berhak untuk mahar berupa 3 buah Gading yang mempunyai kondisi prima !!"

Note : 1 buah gading harganya Rp. 50.000.000,- cuiii, 3 biji ?? mending buat beli rumah !!! Bego aja kakak gue kalo menuruti mau-nya itu orang..

karena sejak awal gue gak mau ikutan pembicaraan mereka, tapi karena mendengar kata-kata itu, gue jadi ikutan masuk ke dalam ruangan itu. Mendapatkan reaksi seperti itu, bokap menjawab 

L : "kenapa hal ini jadi berlarut-larut seperti ini, Gading bukan hal yang utama dalam sebuah pernikahan"..
P : "itu menurut bapak, bapak ingin meminang anak kami berarti bapak harus mengikuti adat-istiadat keluarga kami. kami tidak ingin arwah leluhur kami marah karena kami tidak mengikuti kebiasaan tersebut"..
Bokap melihat ke arah kakak gue and bilang 
L : "semua terserah kamu, dan kami tahu juga bahwa kamu tidak mampu untuk memberikan Gading sesuai permintaan mereka"..


Tiba-tiba setan lewat lagi and ...
P : .. "kami bisa kasih solusi dari hal ini, buat saja surat pernyataan bahwa keluarga bapak berhutang atas Mahar yang harus diberikan kepada keluarga kami. Dan hutang tersebut harus diunaskan walaupun saya atau bapak sudah tidak ada didunia ini, itu menjadi kewajiban anak cucu bapak untuk melunasi hutang Mahar tersebut"..


SHIT !!!!! WTF ?????


Again, setan item ini berkicau..
P : ... "kalau bapak dan keluarga bapak tidak mampu untuk memenuhi Mahar tersebut,tidak jadi masalah bagi kami kalau pernikahan ini tidak jadi dilaksanakan. Yang sudah menikah saja bisa bercerai, apalagi yang baru berencana seperti ini, putus saat ini juga bukan masalah bagi saya " .... 

SHIT again !!!!! sombong sekali orang ini ???...


Belum pernah gue menemui orang se-Angkuh seperti ini...


Satu jam kemudian, ternyata orang sombong itu masih tetap pada pendiriannya bahwa Gading itu harus ada dan kakak gue akhirnya mengambil keputusan "TO CALL IT OFF".


Yah, itu singkat cerita deh.. Bagaimana seseorang sangat menjunjung tinggi adat tanpa mau peduli lagi dengan sesamanya, and the worse thing is "GAK PEDULI BAHWA ADA YANG LEBIH TINGGI DARI SEMUA ITU, GOD ALMIGHTY !!".. Manusia-manusia yang tidak bisa memilah mana yang lebih penting untuk didahulukan sehingga menyakiti orang lain demi tercapainya tujuan dia.


Saat itu gue cuma berharap, bahwa kakak gue adalah orang terakhir yang mengalami hal tersebut tapi ternyata tidak, masih ada orang lain yg menjumpai hal ini.  Jaman udah semakin maju, tapi cara pikir manusia malah tambah mundur. 


Dari dalam diri kalian sendiri, mana yang lebih penting ?





 

February 12, 2012

Peace For a Moment ...

Materi Dan Kebahagiaan

Hhhhmmmm..... Udah tahun ke 3 gue menjalani kerja di 2 tempat berbeda. Semua *yang ngerasa tau segalanya tentang diri gue... pada bilang "ah gila lo Sar, Senin ampe Jumat lo udah gak pernah liat Matahari di rumah lo sendiri, masa sabtu juga mo lo buat seperti itu" ..
Again .... "apa sih yang lo cari dengan kerja kayak gini, duit ??!!???"

Jujuuurrrr dari dalam hati yang paling paling itu, gue juga gak mau hidup seperti ini. Pengennya nih, tiap hari bangun siang, mau makan udah siap, segala keperluan udah tersedia, mau ini-itu tinggal nyuruh pembantu, mo kemana-mana tinggal minta dianter sopir, gak cape naik angkot.. TAPI GAK BISA !!!!!

Gue belum bisa "menikmati" hidup gue secara "sederhana" sesuai yang dipahami oleh masyarakat luas. Gue masih butuh Materi itu, bukan berarti gue matrealistis tapi hanya bersikap realitistis bahwa Materi itu untuk saat ini adalah salah satu faktor penting untuk "Kenyamanan" hidup gue. Dengan adanya rasa nyaman itu, otomatis kebahagiaan pasti akan datang... *menurut gue lo yaaaa...

Jadi buat elo-elo semua yang mempertanyakan alasan kenapa gue kerja dobel kayak gini, ya udah dijawab diatas. Gue membutuhkan rasa nyaman yang pada akhirnya bisa membuat gue bahagia.. SADAR BANGET, kalo materi enggak segalanya, tapi gue juga SADAR BANGET kalo materi yang tidak mencukupi bisa menjadi faktor perpecahan karena tidak ada kenyamanan dan kebahagiaan dalam lingkungan tersebut.

Gue hargai apapun pendapat kalian, tapi tolong juga hargai pendapat gue ini. This is my life, and i would do anything to make it work and not feel sorry at the end ... Thanks GOD, yang udah memberikan gue kesempatan ini dan kepercayaan ini, Guys.. gue cuma manusia biasa yang berusaha semampu gue untuk kebahagiaan gue dan keluarga gue di dunia ini, dunia yang cuma sementara gue tinggali. And yes, im happy for what i have now and for what i've done to get it..

February 10, 2012

Takdir atau Pilihan ??? ......

Pertanyaan yang sama selalu terucap dari mulut wanita-wanita itu " KAPAN ???" ...... Tergantung mood gue dah, mau gue jawab dengan hati riang atau dengan muka yang sekedar gue "bikin riang" ..


#Kalian gak bisa buat pertanyaan yang lebih kreatif dari itu ya ??


Kadang-kadang gue selalu menyalahkan TAKDIR dan GARIS TANGAN yang sudah Tuhan berikan *well ... itu yang ada di pikiran gue until few hours ago..


Semakin sering melihat kenyataan, semakin sering berdiam diri untuk benar-benar mengerti apa yang terjadi, semakin sering mendapatkan jawaban yang tidak gue sadari sama sekali .... Semakin gue percaya dengan hukum alam, it happens to me..


Ini bukan Takdir yang di Gariskan Tuhan buat hidup gue, ini Takdir yang gue gariskan sendiri untuk hidup gue !!!
Gue yang memilih untuk menjadi seperti ini,
Gue yang memilih untuk menutup diri dan masa bodo dengan semua yang datang
Gue yang memilih untuk membuat otak dan pikiran gue mengatakan kepada diri gue bahwa "I am ok"..
Gue yang memilih untuk berhenti mencoba karena gue pikir, its not my time anymore..
Gue yang sekarang memilih untuk hidup untuk diri gue sendiri saja...


So , Faith ... is it God's or Ours ???